Senin, 12 September 2011

Gombalan Remaja

si sonya kemarin dimakan buaya, aku hanya butuh cintamu yang tulus seutuhnya.

Gombalan Remaja

jika pria sudah jatuh cinta,ia takkan lepas dri org yg dcintainya,meski Maria Ozawa datang mengodanya :)))))

Gombalan Remaja

sekarang lagi hujan tau?|orang siang panas gini ko hujan bang?| kamu tuh yang bikin hujan! yang menghujani abang dengan senyum manismu.

Gombal Remaja

cinta gabisa mengelak, cinta tak bisa bohong, cinta tak bisa untuk dibuat buat. cinta adalah ketulusan hati.
Neng tau pantai kuta yang di bali ga? , tau bang kenapa? , ombaknya deres ya? Kaya cinta abang ke kamu :)
eeaaeaa *

Gombalan Remaja

Kamu tau ga? Aku bela belain kematahari , cuma mau ngecek lebih terang siapa ? # Ternyata lebih terang kamu dihati aku !! ƪ(˘⌣˘)ʃ

Pemberontakan PKi

Amir Syarifuddin mengecam hasil Perjanjian Renville dan menyusun kekuatan dalam Front Demokrasi Rakyat (FDR) yang dibentuk pada tanggal 26 Februari 1948 di Surakarta, Front ini menyatukan semua golongan sosialis kiri dan komunis. Kekuatan PKI makin bertambah besar setelah kedatangan Musso dari Uni Soviet. Muso menyusun doktrin PKI dengan nama �Jalan Baru� dengan dibentuknya Front Nasional, yaitu penggabungan segala kekuatan sosial, politik, dan perorangan yang berjiwa antiimperialistis dan untuk menjamin kelangsungan Front Nasional maka dibentuklah Kabinet Front Nasional yang terdiri dari PKI, Partai Sosialis, dan Partai Buruh Indonesia. Selain itu, didukung pula oleh Sentral Organisasi Buruh Seluruh Indonesia (SOBSI).
Insiden di Delanggu menjadi insiden bersenjata di kota Surakarta antara pendukung Front Demokrasi Rakyat dengan kelompok Tan Malaka yang bergabung dalam Gerakan Revolusi Rakyat, maupun dengan pasukan hijrah TNI. Insiden-insiden memang telah direncanakan oleh PKI yang bertujuan daerah Surakarta dijadikan daerah kacau ( wild west), sedangkan daerah Madiun dijadikan basis gerilya. Aksi PKI memuncak pada tanggal 18 September 1948 dengan ditandai para tokoh PKI mengumumkan berdirinya Soviet Republik Indonesia. Tindakan itu bertujuan untuk meruntuhkan Republik Indonesia hasil Proklamasi 17 Agustus 1945 yang berdasarkan Pancasila dan menggantinya dengan ajaran komunis. Panglima Besar Jenderal Soedirman langsung mengeluarkan perintah untuk merebut Madiun kembali. Panglima Besar Jenderal Soedirman memerintahkan Kolonel Gatot Subroto dari Jawa Tengah dan Kolonel Sungkono dari Jawa Timur untuk memimpin penumpasan terhadap kaum pemberontak. Musso akhirnya tertembak mati, dan Amir Syarifuddin berhasil ditangkap dihutan Ngrambe, Grobogan, Purwodadi dan kemudian dihukum mati di Yogyakarta. Pemberontakan PKI di Madiun telah berhasil ditumpas, namun bangsa Indonesia masih harus menghadapi Belanda yang berusaha menegakkan kembali Pemerintahannya di Indonesia.